Jakarta, 13 Februari 2026 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat tipis pada perdagangan hari ini di tengah sentimen positif pasar kawasan Asia. Penguatan terjadi setelah Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi domestik.
Pada penutupan perdagangan sore, rupiah tercatat menguat dibandingkan posisi kemarin, didorong oleh arus masuk modal asing ke pasar obligasi dan saham domestik. Analis pasar menilai pernyataan otoritas moneter yang konsisten dalam menjaga suku bunga acuan menjadi faktor utama penopang kepercayaan investor.
Gubernur Bank Indonesia dalam keterangannya di Jakarta menyampaikan bahwa inflasi nasional masih berada dalam kisaran target pemerintah. Stabilitas harga pangan dan energi dinilai cukup terkendali meskipun terdapat tekanan global akibat fluktuasi harga komoditas.
Sementara itu, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ditutup di zona hijau. Sektor perbankan dan energi menjadi penopang utama kenaikan indeks hari ini. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Di sisi lain, pelaku usaha masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan yang berpotensi memengaruhi arus modal global. Meski demikian, kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai relatif solid dengan pertumbuhan konsumsi domestik yang stabil.
Pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini tetap terjaga, seiring peningkatan belanja negara dan konsumsi rumah tangga menjelang periode Ramadan.
Komentar
Posting Komentar